Mengenal Lebih Dalam Kebudayaan Asli Indonesia

Menjadi warga negara baik harus mengenal dan memahami kebudayaan asli Indonesia. Indonesia merupakan negara pemilik kekayaan budaya yang sangat beragam mulai dari pelosok Sabang hingga Marauke. Budaya yang sangat beragam tersebut ternyata juga mengundang minat negara lain untuk mengklain kepemilikannya.
Kebudayaan asli Indonesia harus dilestarikan mulai dari sekarang agar tidak mudah hilang dan punah karena klaim oleh negara lain. Beberapa waktu lalu Indonesia sempat dibuat geram sebab salah kebudayaannya telah diklaim oleh Malaysia. Oleh sebab itu, kita sebagai generasi penerus bangsa harus mengenal dan melestarikan kebudayaan asli Indonesia berikut ini.

  1. Pasola
    Kebudayaan asli Indonesia yang bernama Pasola ini datang dari tanah Sumba. Pasola merupakan ritual adat yang dilakukan pada musim panen. Pasola adalah kegiatan melempar benda sejenis lembing kayu yang dilakukan sambil menunggang kuda. Kedua kubu pemain pasola saling menungganggi kudanya masing-masing dan mengarahkan lembing ke lawannya.
    Pasola merupakan adat yang memiliki cerita sejarah di tanah Sumba. Masyarakat percaya bahwa Pasola dilakukan sebagai wujud kesedihan seorang pemimpin di desa Waiwuwang yang bernama Umbu Dulla kepada Teda Gaiparona karena Teda Gaiparona telah mengambil istri Umbu Dulla. Adat itupun tetap dilestarikan hingga sekarang. Pasola dilaksanakan setelah Nyale yang berarti cacing dalam bahasa setempat. Adat Nyale adalah upacara yang diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat yang berlimpah berupa cacing-cacing di pantai yang gemuk dan sehat. Penyelenggaraan Pasola tidak akan dilaksanakan apabila adat Nyale http://panenpoker88.xyz memberi pertanda yang tidak baik.
    Saat bulan purnama tiba, para pemuka suku pergi ke pantai untuk mencari nyale atau cacing. Keberadaan cacing-cacing yang berlimpah ini merupakan pemberi pertanda bagi warga setempat. Apabila cacing yang ditemukan berukuran besar, sehat, dan berwarna warni, maka hal ini pertanda bahwa panen akan berhasil, begitu pula sebaliknya.
  2. Tari Topeng Tua
    Kebudayaan asli Indonesia yang patut untuk dilestarikan pula adalah Tari Topeng Tua yang berasal dari Bali. Tarian ini diperuntukkan sebagai hiburan sekaligus rangkaian dalam upacara keagamaan. Tari Topeng Tua ini memiliki nama lain, yaitu Tari Werda Lumaku. Tarian ini disebut “topeng tua” karena memang diperagakan dengan sebuah topeng wajah lelaki tua.
    Tari Topeng Tua dilaksanakan setiap 6 bulan menurut sistem penanggalan Bali. Tarian ini dilakukan oleh seorang penari yang mengelilingi panggung sambil sesekali menyeka keringat yang menetes di pelipisnya. Penari bertopeng itu seakan-akan sedang mengenang masa mudanya dahulu. Namun, tarian ini tidak dibawakan dengan nuansa sedih, tetapi jenaka.
  3. Tari Mandau
    Tari Mandau merupakan kebudayaan asli Indonesia yang berasal dari daerah Kalimantan Tengah. Tarian milik suku Dayak ini diberi nama Tari Mandau karena menggunakan senjata mandau dalam gerakannya. Mandau adalah sebuah senjata tradisional dari suku Dayak yang berbentuk serupa dengan parang.
    Tari Mandau memiliki filosofi semangat perjuangan suku Dayak dalam membela kehormatan diri, simbol nasionalisme warga Bumi Tambun Bungai dalam mempertahankan tanah nnek moyang mereka, dan juga simbol ketangguhan para pria Dayak. Kebudayaan asli Indonesia yang satu ini menyimpan sejuta makna yang selalu dilestarikan hingga sekarang.
    Tari Mandau ini memiliki daya tarik tersendiri yaitu lihainya para penari dalam memainkan senjata mandau seperti menggigit dan mengayukannya ke sana kemari. Namun, tarian ini tidak berbahaya karena para penarinya wajib melaksanakan ritual sebelum menari untuk menjaga keamanan dan keselamatan selama pertunjukan. Para penari selalu mengenakan pakaian tradisional khas suku Dayak, yaitu rompi motif yang syarat akan nilai tradisonal suku Dayak beserta dengan aksesoris lain seperti kalung, gelang, dan penutup kepala. Benda yang wajib dibawa adalah Mandau beserta Talawang. Talawang adalah tameng yang digunakan untuk melindungi diri ketika pertunjukan Tari Mandau.
    Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian ini adalah instrumen musik tradisional khas suku Dayak yakni Gandang dan Gerantung. Gerantung adalah alat musik tradisional yang terbuat dari logam dan memiliki bentyuk seperti gamelan. Alunan musik yang dihasilkan terdengar sangat merdu dan menambah semangat para penari dan penonton.
  4. Wayang Golek
    Kebudayaan asli Indonesia yang tak kalah unik adalah wayang golek. Munculnya wayang golek di kalangan masyarakat Jawa ini dibawa oleh Sunan Kudus yang diperuntukkan sebagai sarana dakwah demi menyebarkan ajaran islam di wilayah Nusantara. Namun, saat ini wayang golek lebih cenderung sebagai sarana hiburan dalam acara-acara kemasyarakatan.
    Wayang golek adalah wayang benbentuk boneka yang terbuat dari kayu. Pertunjukkan wayang golek ini dimainkan dengan membawa alur cerita yang biasan disebut lakon. Lakon yang sering dibawakan adalah lakon galur dan carangan. Lakon yang dibawakan dipimpin oleh seorang dalang dengan diiringi senandung sinden yang bersuara merdu.

Beberapa kebudayaan asli Indonesia tersebut harus kita ketahui dan lestarikan. Generasi muda Indonesia harus mengenal lebih dalam kebudayaan asli Indonesia baik yang berupa tari-tarian ataupun kesenian tradisonal lainnya. Oleh sebab itu, jangan malas untuk menambah pengetahuan dan belajar lebih banyak tentang kebudayaan asli milik negeri.